Home Pemerintah Ajuan JC Sony Sonjaya:Kunci Bongkar Jaringan Korupsi MBG hingga Puncak?

Ajuan JC Sony Sonjaya:Kunci Bongkar Jaringan Korupsi MBG hingga Puncak?

11
0
SHARE
Ajuan JC Sony Sonjaya:Kunci Bongkar Jaringan Korupsi MBG hingga Puncak?

Targetperistiwa.my.id // JAKARTA – Langkah strategis mantan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang mengajukan diri menjadi Justice Collaborator (JC) dianggap sebagai titik balik terbesar dalam penanganan kasus dugaan korupsi pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pakar hukum menilai, keputusan Kejaksaan Agung atas permohonan ini akan menjadi penentu arah kasus, bahkan berpotensi membuka tabir keterlibatan pihak?pihak kuat yang selama ini tersembunyi di balik layar.

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra, menegaskan bahwa dalam kasus korupsi yang dikelola secara terstruktur, sistematis, dan melibatkan banyak pihak, keberadaan seorang JC memiliki kekuatan luar biasa untuk mengubah peta persidangan. Sosok ini menjadi penentu siapa saja yang akan diseret ke meja hijau, bukti apa yang akan dijadikan dasar, hingga seberapa berat tuntutan yang akan diturunkan.

"Posisi JC di sini ibarat kunci utama. Dia yang akan menentukan arah pembuktian, siapa aktor sesungguhnya, hingga bagaimana konstruksi dakwaan disusun. Ini benar?benar menjadi game changer yang mengubah wajah kasus korupsi MBG secara keseluruhan," ujar Azmi, Minggu (14/6/2026).

Hingga kini, Kejaksaan Agung masih mendalami berkas permohonan sekaligus meneliti peran apa yang sesungguhnya dimainkan Sony Sonjaya di dalam BGN. Ada dua skenario besar yang terbentang, dan masing?masing memiliki dampak sangat berbeda bagi perjalanan hukum ke depan.

Skenario pertama, jika Kejaksaan menolak status JC karena penyidik menemukan fakta bahwa Sony adalah otak utama atau pelaku kunci, maka pihak penuntut hukum berada di posisi paling menguntungkan. Tanpa perlu memberikan keringanan hukuman, jaksa bisa menuntut pidana maksimal sekaligus menjerat semua pihak yang terlibat menggunakan Pasal 15 UU Tipikor tentang pemufakatan jahat. Seluruh jaringan bisa dijerat tanpa ada yang lolos.

Skenario kedua, jika permohonan diterima, artinya Sony mampu membuktikan bahwa ia hanyalah bagian dari sistem yang lebih besar dan ada pihak lain yang berkuasa lebih tinggi serta mengendalikan aliran dana. Jika ini terjadi, maka sosok mantan wakil ketua ini diprediksi akan "bernyanyi" lengkap. Ia berpotensi membongkar rahasia birokrasi, angka pemborosan anggaran yang fantastis, hingga jejak aset yang diduga disembunyikan atau dialihkan.

"Jika dia diterima sebagai JC, maka kecepatan pengungkapan kasus ini akan meningkat drastis. Kita bisa melihat bagaimana jaringan ini bekerja: mulai dari pejabat tinggi, orang berpengaruh, para calo, perantara, hingga praktik jual?beli penentuan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Semua bisa runtuh sekaligus berkat keterangannya," jelas Azmi.

Namun, Azmi kembali mengingatkan bahwa semua kemungkinan itu masih berada di tangan penyidik. Mengingat posisi Sony yang sangat strategis dan mengetahui hampir seluruh seluk?beluk lembaga, keputusan akhir Kejaksaan Agung sangat dinantikan publik. Apakah ia akan dijadikan saksi kunci pembongkar atau justru dijadikan tersangka utama yang memikul seluruh beban pidana, semuanya bergantung pada fakta?fakta yang terungkap di lapangan.

"Lihat posisinya, dia mantan Wakil Ketua. Apa yang dia tahu pasti sangat banyak. Ke mana arah ajuan JC ini, kita tunggu hasil pembuktian tim penyidik. Di situlah letak jawaban sebenarnya," pungkas Azmi.

 

(Tim Redaksi)