Home Kabar Daerah Nurkarisma Siap Wujudkan LEM Universitas Jayabaya yang Profesional dan Progresif

Nurkarisma Siap Wujudkan LEM Universitas Jayabaya yang Profesional dan Progresif

58
0
SHARE
Nurkarisma Siap Wujudkan LEM Universitas Jayabaya yang Profesional dan Progresif

BOGOR — Kongres Mahasiswa Universitas Jayabaya yang digelar pada 31 Agustus hingga 2 September 2026 di Neo Asri Hotel, Megamendung, Puncak, Bogor, menetapkan Nurkarisma sebagai Presiden Mahasiswa Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Universitas Jayabaya periode 2026/2027.

Mahasiswa Fakultas Hukum semester 7 tersebut dipercaya memimpin LEM secara aklamasi dalam forum tertinggi organisasi kemahasiswaan Universitas Jayabaya. Mandat itu menjadi tanggung jawab baru bagi Nurkarisma untuk membawa organisasi mahasiswa ke arah yang lebih profesional, terbuka, dan mampu menjawab berbagai kebutuhan mahasiswa.

Dalam kepemimpinannya, Nurkarisma mengusung gagasan “Restorasi” sebagai landasan utama. Gagasan tersebut diarahkan untuk melakukan pembenahan tata kelola organisasi sekaligus membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi profesionalitas, integritas, transparansi, akuntabilitas, dan progresivitas.

Restorasi sebagai langkah pembenahan organisasi

Nurkarisma menilai penguatan kelembagaan menjadi salah satu hal penting dalam membangun organisasi mahasiswa yang sehat dan berkelanjutan.

Karena itu, LEM Universitas Jayabaya ke depan diharapkan memiliki sistem kerja yang lebih tertata, terbuka, efektif, serta mampu mempertanggungjawabkan setiap kebijakan maupun program yang dijalankan.

Selain pembenahan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Setiap pengurus diharapkan dapat bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, sekaligus memiliki keberanian untuk berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

LEM juga akan diarahkan menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa diharapkan dapat direspons melalui komunikasi dan langkah-langkah konstruktif.

Dorong kolaborasi dan pengembangan potensi mahasiswa

Di sisi lain, Nurkarisma berkomitmen membangun kolaborasi dengan berbagai elemen di lingkungan kampus, mulai dari fakultas, organisasi kemahasiswaan, unit kegiatan mahasiswa, alumni, hingga pihak-pihak strategis lainnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membuka lebih banyak ruang pengembangan potensi mahasiswa. Tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga organisasi, kepemimpinan, kreativitas, kompetisi, maupun kegiatan sosial.

Menurutnya, mahasiswa membutuhkan ruang untuk tumbuh dan mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan. Karena itu, LEM diharapkan mampu memberikan fasilitasi, pendampingan, serta membangun jejaring yang dapat mendukung pencapaian prestasi mahasiswa.

Targetnya, mahasiswa Universitas Jayabaya tidak hanya mampu berprestasi di lingkungan internal kampus, tetapi juga dapat membawa nama baik almamater di tingkat nasional hingga internasional.

“Organisasi mahasiswa tidak boleh hanya hidup dalam ruang-ruang seremonial. Lembaga Eksekutif Mahasiswa harus menjadi rumah bagi aspirasi mahasiswa, ruang tumbuh bagi potensi, sekaligus motor penggerak prestasi dan perubahan,” ujar Nurkarisma dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai Presiden Mahasiswa.

Ia menambahkan, profesionalitas harus menjadi dasar dalam menjalankan organisasi, integritas menjadi prinsip dalam menjaga amanah, sementara progresivitas harus diwujudkan melalui keberanian untuk bergerak dan beradaptasi menghadapi perubahan.

Suara mahasiswa menjadi bagian penting kepemimpinan

Dalam menjalankan amanahnya, Nurkarisma juga membawa semangat “Vox Populi Vox Dei”, yang dimaknai sebagai “Suara Rakyat, Suara Tuhan”.

Semangat tersebut menjadi pijakan untuk membuka ruang partisipasi mahasiswa secara lebih luas. Aspirasi mahasiswa tidak hanya diharapkan menjadi bahan masukan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan dan program kerja LEM Universitas Jayabaya.

Latar belakangnya sebagai mahasiswa Fakultas Hukum turut memberikan perspektif mengenai pentingnya keadilan, demokrasi, tanggung jawab, serta keberanian dalam menyampaikan kebenaran.

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan organisasi sehingga LEM tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan mahasiswa, tetapi juga menjadi tempat belajar mengenai kepemimpinan, demokrasi, tanggung jawab, dan pengabdian.

Aklamasi menjadi awal pembuktian

Terpilih secara aklamasi dalam Kongres Mahasiswa Universitas Jayabaya bukan menjadi akhir dari proses perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Nurkarisma bersama jajaran kepengurusan LEM Universitas Jayabaya periode 2026/2027 kini dituntut untuk menerjemahkan mandat tersebut ke dalam program kerja yang nyata, terukur, dan memberikan manfaat bagi mahasiswa.

Gagasan “Restorasi” juga akan diuji melalui pelaksanaan program serta kemampuan organisasi dalam merespons berbagai dinamika yang berkembang di lingkungan kampus.

Restorasi diharapkan tidak berhenti sebagai slogan kepemimpinan. Lebih dari itu, gagasan tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama untuk membangun LEM Universitas Jayabaya yang profesional dalam tata kelola, berintegritas dalam menjalankan amanah, progresif dalam menghadapi perubahan, serta konsisten mendorong prestasi mahasiswa.

Kongres Mahasiswa telah memberikan mandat kepada Nurkarisma. Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan mandat tersebut melalui kerja nyata, karya, dan perubahan yang dapat dirasakan oleh seluruh mahasiswa Universitas Jayabaya.

Red